Pengembangan Kemasan Ramah Lingkungan Untuk Meningkatkan Daya Saing Produk Lokal UMKM Pangan Dalam Menghadapi Pasar Global di Kelurahan Meruya Utara, Jakarta Barat
DOI:
https://doi.org/10.70550/sowel.v2i2.35Keywords:
UMKM, Pengentasan Kemiskinan, Balai KemasanAbstract
Masalah kemasan masih menjadi titik lemah pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) produk olahan makanan dan minuman. Permasalahan rendahnya kesadaran akan pentingnya kemasan disebabkan masih terbatasnya pemahaman pelaku UMKM akan pentingnya citra, kualitas dan tampilan kemasan serta masih terbatasnya sarana jasa kemasan yang mampu meningkatkan daya saing produk UMKM. Balai Pengembangan Kemasan Ramah Lingkungan merupakan tujuan kajian, sebagai solusi peningkatan daya saing produk UMKM pangan olahan di pasar global. Data menujukkan bahwa sebagian besar UMKM makanan dan minuman di Solo Raya belum memiliki daya saing kuat di pasaran, dimana sebanyak 60% teknologi produksi baik dari produk maupun kemasannya dilakukan dengan teknologi konvensional (manual). Dari sisi kemasannya hanya ditemukan 17% kemasan yang “mendekati” memiliki kekuatan menjual. Model Balai Kemasan Ramah Lingkungan yang akan dikembangkan memberikan layanan: (a) pusat informasi kegiatan pengemasan, (b) pusat pengadaan bahan pengemasan, (c) pusat pelayanan pengemasan produk, khususnya makanan dan minuman olahan, (d) mediator desain grafis dan rancangan bentuk kemasan, (e) desain dan branding, serta fasilitator perijinan yang diperlukan UKM, meliputi SNI, sertifikat halal, barcode, dan ijin badan POM, (d) konsultan penentuan merek dan mendaftarkan merek, (e) pusat layanan informasi produk, kriteria produk, dan lembaga sertifikasi, dan (f) pusat layanan informasi perlindungan HAKI (merek), persyaratan, desain, pendaftaran, dan penerbitan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Social Welfare and Community Development

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










